Apa Itu Franchise Advertising, Strategi, dan Contohnya

Treev.id – Franchise advertising adalah pendekatan strategis dalam pemasaran yang digunakan oleh franchisor dan franchisee untuk meningkatkan citra merek dan penjualan. Dalam kolaborasi antara franchisor dan franchisee, strategi pemasaran ini dirancang agar konsisten dengan identitas merek utama dan sesuai dengan audiens lokal di berbagai lokasi.

Franchise advertising memiliki peran krusial dalam pembentukan fondasi merek yang kuat untuk bisnis franchise. Melalui media sosial, pemasaran digital, optimasi mesin pencari (SEO), atau pemasaran melalui email, franchise advertising mampu membangun kesadaran merek dan secara efektif meningkatkan profil bisnis lokal yang mengadopsi merek franchise.

Pada tulisan ini, kita akan eksplorasi lebih lanjut mengenai definisi, tips, dan contoh franchise advertising. Harapannya, dengan pemahaman yang baik, Anda dapat menerapkan strategi franchise advertising secara efisien dalam bisnis Anda. Mari kita mulai!

Franchise Advertising

Franchise advertising merupakan upaya promosi merek yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pendapatan bagi bisnis individual yang mendukung merek besar tersebut. Sebuah strategi pemasaran franchise dapat mencakup kampanye kesadaran merek dan pesan yang bersinergi dengan identitas merek dari franchise.

Sebagai contoh, bayangkan restoran cepat saji dengan banyak cabang di seluruh negeri. Meskipun menggunakan nama yang sama, setiap cabang memiliki karakteristik dan pasar yang berbeda. Franchise advertising menjadi cara untuk menghubungkan cabang-cabang tersebut dengan merek besar yang menjadi induknya.

Franchise advertising merupakan kolaborasi antara franchisor dan franchisee, di mana keduanya bekerja bersama untuk membangun persepsi dan loyalitas terhadap merek. Franchisor sebagai pemilik merek besar, sementara franchisee adalah individu yang memegang hak untuk menggunakan merek tersebut.

Tips Strategis dalam Franchise Advertising

Berikut beberapa tips yang dapat  diterapkan untuk menjalankan franchise advertising secara efektif.

1. Tentukan Tujuan dan Sasaran Pemasaran

Sebelum memulai franchise advertising, jelaskan tujuan dan sasaran pemasaran Kalian dengan baik. Apa yang ingin dicapai melalui franchise advertising? Siapa target audiens Anda? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu merumuskan strategi, mengalokasikan anggaran, dan menentukan metrik yang sesuai untuk mengukur kesuksesan franchise advertising Anda.

Tujuan pemasaran bisa berupa peningkatan kesadaran merek, penjualan, lalu lintas, atau loyalitas pelanggan. Target pemasaran dapat melibatkan audiens lokal, regional, nasional, atau internasional. Selain itu, tentukan segmen pasar berdasarkan karakteristik demografis, geografis, psikografis, atau perilaku.

2. Pilih Saluran Pemasaran yang Tepat

Setelah menentukan tujuan dan target pemasaran, pilihlah saluran pemasaran yang sesuai dengan karakteristik bisnis Anda. Saluran pemasaran adalah media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pemasaran kepada target audiens. Pilihlah saluran yang sesuai dengan jenis bisnis, produk, atau jasa yang Anda tawarkan, serta preferensi dan perilaku target Anda.

3. Rancang Pesan Pemasaran yang Konsisten dan Menarik

Perhatikan dalam merancang pesan pemasaran. Pesan pemasaran harus mencerminkan identitas merek Anda, memberikan nilai dan manfaat bagi target audiens, serta sesuai dengan saluran pemasaran yang Anda pilih. Jangan lupa untuk mengakomodasi kepentingan franchisor dan franchisee, mencari titik temu yang seimbang melalui riset dan koordinasi yang cermat.

4. Ukur dan Evaluasi Hasil Pemasaran

Akhirnya, pastikan untuk mengukur dan mengevaluasi hasil pemasaran Anda secara teratur. Menentukan metrik yang relevan dengan tujuan pemasaran Anda, seperti reach, impression, click, conversion, revenue, atau return on investment (ROI). Analisis hasil ini akan memberikan wawasan yang berharga untuk meningkatkan kinerja pemasaran di masa mendatang.

Tips Franchise Saat akan Memilih dan menentukan Sektor Bisnis

5 Contoh Ilustrasi Franchise Advertising

Contoh franchise Adversting

Tentu saja kalian sudah tidak asing dengan beberapa merek ternama yang sudah melegenda dalam dunia bisnis waralaba.  Setelah kalian mengetahui apa itu franchise adversting, mari kita simak beberapa contohnya yang sudah diterapkan dalam  dunia bisnis tersebut.

1. Starbucks: Kampaye “Starbucks Experience”

Starbucks, sebagai merek kopi global, meluncurkan kampanye “Starbucks Experience” yang menyoroti lebih dari sekadar minuman kopi. Mereka menekankan atmosfer unik setiap gerai sebagai tempat bersantai dan berkumpul. Kampanye ini berhasil memadukan citra merek yang kuat dengan pengalaman pelanggan, membangun kesetiaan konsumen dan meningkatkan penjualan di berbagai lokasi.

2. KFC: “Finger Lickin’ Good”

KFC menggunakan kampanye “Finger Lickin’ Good” sebagai identitas mereknya. Slogan yang sederhana ini memfokuskan perhatian pada cita rasa ayam goreng khas KFC yang tak tertandingi. Melalui iklan televisi, media sosial, dan kampanye cetak, KFC berhasil mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama untuk penggemar ayam goreng.

3. The UPS Store: “Your Small Business Resource”

The UPS Store memanfaatkan kampanye “Your Small Business Resource” untuk menargetkan pemilik bisnis kecil. Dengan menonjolkan layanan pengiriman, cetakan, dan kebutuhan bisnis lainnya, kampanye ini membantu The UPS Store membangun hubungan erat dengan pemilik bisnis lokal dan mendukung pertumbuhan bisnis mereka.

4. Domino’s Pizza: “Oh Yes We Did!”

Domino’s Pizza mengubah citra merek mereka melalui kampanye “Oh Yes We Did!” yang menyoroti inovasi dalam rasa dan kualitas produk. Kampanye ini terfokus pada perubahan positif dalam resep pizza mereka dan berusaha mengubah persepsi pelanggan. Hasilnya, Domino’s berhasil meningkatkan penjualan dan memperoleh dukungan dari pelanggan setia.

5. J.CO Donuts & Coffee: “Joy in a Box”

J.CO Donuts & Coffee menampilkan kampanye “Joy in a Box” yang menonjolkan kegembiraan dalam setiap produk mereka. Melalui iklan kreatif dan promosi di media sosial, J.CO berhasil membangun identitas merek yang ceria dan mengundang pelanggan untuk merasakan kebahagiaan dalam setiap gigitan donat mereka.

Setiap contoh di atas mencerminkan bagaimana franchise advertising dapat berhasil menciptakan citra merek yang kuat, menarik pelanggan, dan meningkatkan kesadaran merek di berbagai pasar.

Tips Franchise Saat akan Memilih dan menentukan Sektor Bisnis

Akhir kata

Sebagai Penutup, franchise advertising membuktikan menjadi elemen kunci dalam membangun dan memperkuat fondasi merek bagi bisnis franchise. Dengan menggabungkan strategi pemasaran yang cerdas, franchisor dan franchisee dapat menciptakan kampanye yang konsisten dengan identitas merek, sekaligus memahami dan merespons kebutuhan pasar lokal. Contoh sukses dari berbagai merek seperti Starbucks, KFC, The UPS Store, Domino’s Pizza, dan J.CO Donuts & Coffee menunjukkan bahwa franchise advertising tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membentuk ikatan emosional dengan pelanggan. Oleh karena itu, bagi pemilik bisnis franchise, investasi dalam strategi advertising yang efektif dapat menjadi kunci untuk mengukuhkan posisi di pasar dan meningkatkan pertumbuhan jangka panjang.

This entry was posted in Bisnis and tagged . Bookmark the permalink.