Apa itu Lisensi Franchise, Jenis dan Kelebihan kekurangannya

Lisensi Franchise – Aku senang sekali bisa berbagi dengan kamu tentang salah satu topik bisnis yang menarik, yaitu lisensi dalam bisnis sistem franchise. Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah franchise atau waralaba, tapi apakah kamu tahu apa itu lisensi dan apa bedanya dengan franchise?

Jika kamu belum tahu, jangan khawatir, karena aku akan menjelaskan semuanya dengan mudah dan menyenangkan. Yuk, simak artikel ini sampai habis!

Pengertian Lisensi Franchise

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang lisensi franchise, kita harus tahu dulu apa itu lisensi dan franchise secara umum. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lisensi adalah izin yang diberikan oleh pemilik merek dagang, paten, atau hak cipta kepada pihak lain untuk menggunakan atau memanfaatkan merek, paten, atau hak cipta tersebut dengan syarat tertentu.

Sedangkan franchise atau waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan Perjanjian Waralaba.

Dari pengertian di atas, kita bisa melihat bahwa lisensi dan franchise memiliki kesamaan, yaitu adanya pemberian hak dari satu pihak kepada pihak lain untuk menggunakan atau memanfaatkan sesuatu yang dimiliki oleh pihak pertama. Namun, ada juga perbedaan yang mendasar antara keduanya, yaitu:

  • Lisensi lebih menekankan pada peminjaman dan penggunaan hak intelektual, seperti merek, paten, atau hak cipta, sedangkan franchise lebih menekankan pada peminjaman dan penggunaan sistem bisnis, seperti nama, merek, dan sistem operasional.
  • Lisensi tidak mengharuskan pihak penerima lisensi (licensee) untuk mengikuti standar atau sistem yang ditetapkan oleh pihak pemberi lisensi (licensor), sedangkan franchise mengharuskan pihak penerima franchise (franchisee) untuk mengikuti standar atau sistem yang ditetapkan oleh pihak pemberi franchise (franchisor).
  • Lisensi biasanya hanya memungut royalti atau pembagian keuntungan dari pihak licensee, sedangkan franchise biasanya memungut biaya awal, royalti, dan biaya lainnya dari pihak franchisee.
  • Lisensi tidak memberikan dukungan yang berkesinambungan kepada pihak licensee, sedangkan franchise memberikan dukungan yang berkesinambungan kepada pihak franchisee, seperti pelatihan, bimbingan, monitoring, dan program pemasaran.

Jenis-Jenis Lisensi Franchise

Setelah kita mengetahui apa itu lisensi dan franchise, sekarang kita akan membahas tentang jenis-jenis lisensi dalam bisnis sistem franchise. Menurut Susanty Widjaya, Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi), ada tiga jenis lisensi dalam bisnis sistem franchise, yaitu:

Lisensi produk

Yaitu lisensi yang diberikan oleh pihak licensor kepada pihak licensee untuk memproduksi dan menjual produk dengan merek atau paten yang dimiliki oleh pihak licensor. Contoh: lisensi produk Coca-Cola yang diberikan kepada pabrik-pabrik botol di berbagai negara.

Lisensi karakter

Merupakan lisensi yang diberikan oleh pihak licensor kepada pihak licensee untuk menggunakan karakter atau tokoh yang dimiliki oleh pihak licensor dalam produk atau jasa yang ditawarkan oleh pihak licensee.

Contoh: lisensi karakter Mickey Mouse yang diberikan oleh Disney kepada berbagai perusahaan mainan, pakaian, atau aksesori.

Lisensi format

Yaki Lisensi yang diberikan oleh pihak licensor kepada pihak licensee untuk menggunakan format atau konsep yang dimiliki oleh pihak licensor dalam produk atau jasa yang ditawarkan oleh pihak licensee.

Contoh: lisensi format acara televisi seperti American Idol, The Voice, atau MasterChef yang diberikan oleh pihak produser kepada stasiun televisi di berbagai negara.

Kelebihan dan Kekurangan Franchise Chatime dan Tips Mulai Bisnis, Modal dan Perkiraan Keuntungan

Keuntungan dan Kerugian Lisensi dalam Bisnis sistem Franchise

Setelah kita mengetahui jenis-jenis lisensi dalam bisnis sistem franchise, sekarang kita akan membahas tentang keuntungan dan kerugian lisensi dalam bisnis sistem franchise. Keuntungan dan kerugian lisensi dalam bisnis sistem franchise bisa dilihat dari sudut pandang pihak licensor dan pihak licensee, yaitu:

Keuntungan dan Kerugian Lisensi bagi Pihak Licensor

  • Keuntungan:
    • Mendapatkan royalti atau pembagian keuntungan dari pihak licensee tanpa harus mengeluarkan biaya produksi atau operasional.
    • Menjaga dan meningkatkan reputasi merek, paten, hak cipta, karakter, atau format yang dimiliki dengan menjaga kualitas produk atau jasa yang diproduksi oleh pihak licensee.
    • Memperluas pasar dan jangkauan konsumen dengan memanfaatkan jaringan dan distribusi yang dimiliki oleh pihak licensee.
    • Mengurangi risiko dan persaingan dengan memilih pihak licensee yang terpercaya dan kompeten.
  • Kerugian:
    • Kehilangan kontrol atau pengawasan langsung terhadap produk atau jasa yang diproduksi oleh pihak licensee.
    • Berpotensi kehilangan hak intelektual atau mengalami pelanggaran hak intelektual oleh pihak licensee yang tidak jujur atau tidak bertanggung jawab.
    • Bergantung pada kinerja dan loyalitas pihak licensee dalam menjalankan perjanjian lisensi.
    • Terbatas dalam melakukan inovasi atau perubahan terhadap produk atau jasa yang dilisensikan.

Keuntungan dan Kerugian Lisensi bagi Pihak Licensee

  • Keuntungan:
    • Mendapatkan hak untuk menggunakan atau memanfaatkan merek, paten, hak cipta, karakter, atau format yang sudah terkenal dan memiliki pasar yang luas.
    • Mendapatkan bimbingan dan pelatihan dari pihak licensor dalam hal produksi, pemasaran, atau manajemen.
    • Mendapatkan dukungan dan fasilitas dari pihak licensor, seperti bahan baku, peralatan, atau teknologi.
    • Menghemat biaya dan waktu dalam hal penelitian dan pengembangan produk atau jasa.
  • Kerugian:
    • Harus membayar royalti atau pembagian keuntungan kepada pihak licensor sesuai dengan perjanjian lisensi.
    • Harus mengikuti standar atau sistem yang ditetapkan oleh pihak licensor dalam hal produksi, pemasaran, atau manajemen.
    • Harus mendapatkan persetujuan dari pihak licensor dalam hal melakukan inovasi atau perubahan terhadap produk atau jasa yang dilisensikan.
    • Harus bersaing dengan pihak-pihak lain yang juga mendapatkan lisensi yang sama dari pihak licensor.

Harga Franchise Bebek Kaleyo dan Cara Daftarnya

Tips Memilih Lisensi yang Tepat dalam Bisnis sistem Franchise

Setelah kita mengetahui keuntungan dan kerugian lisensi dalam bisnis sistem franchise, sekarang kita akan membahas tentang tips memilih lisensi yang tepat dalam bisnis sistem franchise. Tips ini bisa diterapkan baik oleh pihak licensor maupun pihak licensee, yaitu:

  • Melakukan riset dan analisis pasar untuk mengetahui potensi dan permintaan konsumen terhadap produk atau jasa yang akan dilisensikan.
  • Melakukan survei dan evaluasi terhadap pihak licensor atau licensee yang akan diajak bekerja sama, untuk mengetahui reputasi, kredibilitas, kinerja, dan kepuasan mereka.
  • Membaca dan memahami perjanjian lisensi dengan seksama, untuk mengetahui hak dan kewajiban, syarat dan ketentuan, serta biaya dan pembagian keuntungan yang berlaku.
  • Menyesuaikan produk atau jasa yang dilisensikan dengan karakteristik dan preferensi konsumen di daerah atau negara yang dituju, dengan tetap menjaga kualitas dan standar yang ditetapkan oleh pihak licensor.
  • Melakukan promosi dan pemasaran yang efektif dan kreatif, untuk meningkatkan kesadaran dan minat konsumen terhadap produk atau jasa yang dilisensikan.
  • Membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan pihak licensor atau licensee, untuk menjaga komunikasi, kerjasama, dan loyalitas yang saling menguntungkan.

Harga Franchise Wing Heng Berdasarkan Lisensi dan Cara Bergabung

Kesimpulan

Demikianlah artikel yang aku buat tentang “Apa itu Lisensi Franchise dan jenis Jenisnya”. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu tentang bisnis sistem franchise. Jika kamu memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Aku akan senang sekali mendengar pendapat kamu. Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai habis. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

This entry was posted in Bisnis and tagged . Bookmark the permalink.